Pada contoh sebelumnya penggunaan Form, kita mengirim data input dari form menuju ke file PHP untuk diproses menggunakan metode post. Selain metode tersebut, terdapat pula metode get. Lantas perbedaannya apa? Kapan kita gunakan metode post atau get? Itulah yang akan dibahas pada bab ini.

Untuk melihat perbedaan post dan get, kita akan sedikit mengubah file HTML form dan file

PHP proses.php sebelumnya.

<html>  
<body> 
<h2>Toko Alat Tulis  Amalia</h2> 
<form  action="proses.php" method="get"> 
<select name="barangpesanan"> 
<option>Pensil</option> 
<option>Buku Tulis</option> 
<option>Ballpoint</option> 
</select> 
Jumlah pesanan: <input name="jumlah"  type="text"> 
<input  type="submit" value="Submit"> 
</form> 
</body> 
</html>

dan isi proses.php nya adalah

<html>
<body>
<?php
$jumlah = $_GET['jumlah'];
$barangpesanan = $_GET['barangpesanan'];
echo “Anda memesan “. $jumlah . ” ” . $barangpesanan . “.<br>”;
echo “Terima kasih atas kesediaan Anda memesan barang dari kami!”;
?>
</body>
</html>

Perbedaan kode HTML dan PHP di atas dengan sebelumnya adalah yang dicetak merah. Metode pengiriman data input dari form menggunakan get, dan dalam proses.php $_POST diganti dengan $_GET.

Apabila aplikasi di atas dijalankan, maka secara sekilas hasil yang tampak sama dengan ketika digunakan metode post. Namun, coba perhatikan URL yang tampak ketika proses.php muncul. Pada URL tersebut terdapat tambahan ?barangpesanan=…&jumlah=… setelah nama file (proses.php). Titik-titik tersebut akan diisi dengan data sesuai dengan yang diinputkan pada form.

Coba bandingkan dengan URL ketika digunakan metode post. Data isian pada form tidak ditampilkan pada URL. Sehingga inilah perbedaan antara keduanya.

Dengan demikian, hendaknya kita jangan menggunakan metode get ketika akan memproses data input melalui form. Bayangkan seandainya form tersebut digunakan untuk login atau untuk keperluan yang menyangkut privasi. Apabila Anda gunakan metode get, maka semua input data akan ditampilkan pada URL. Bisa-bisa password Anda akan kelihatan di URL (jika terdapat input password ketika login).

Untuk metode get, biasanya digunakan untuk input data melalui link (bukan melalui form). Untuk contoh aplikasinya dapat dilihat pada contoh-contoh aplikasi pada bab-bab berikutnya.

Sebuah function merupakan sebuah nama yang kita berikan pada suatu blok program yang sewaktu-waktu dapat kita panggil dan gunakan. Sebuah function dapat diletakkan di bagian manapun, bisa di awal, tengah, dan akhir dari keseluruhan bagian kode PHP.

Berikut ini adalah contoh membuat sebuah function sederhana yang di dalamnya tidak ada statementnya.

Contoh:

<?php
function  myCompanyMotto()
{
 }
myCompanyMotto();
?>

Pada contoh di atas, myCompanyMotto merupakan nama function. Nama function inilah yang dapat dipanggil sewaktu-waktu diperlukan. Aturan membuat nama function sama dengan ketika membuat nama variabel (lihat di Bab II). Statement/perintah dari function dituliskan di dalam kurung kurawal {}. Sedangkan perintah myCompanyMotto(); bagian paling bawah dari kode di atas merupakan cara memanggil function. Perhatikan contoh berikutnya:

Contoh:

<?php
function  myCompanyMotto()
{
echo "Sabar adalah bagian dari  keimanan";
}
myCompanyMotto(); 

 ?>

Pada contoh tersebut, terdapat perintah echo di dalam function. Sehingga begitu nama function dipanggil, PHP akan menampilkan teks yang di-echo-kan tersebut.

Sebuah function dapat dipanggil berulang-ulang, seperti pada contoh berikut.

<?php 
function myCompanyMotto()
{
 echo "Sabar  adalah bagian dari keimanan";
}
echo "Selamat datang di PT. Nada Corp.  <br>";
myCompanyMotto();
echo "Terima kasih atas kunjungan Anda<br>";  
echo "dan ingatlah selalu... <br>";
myCompanyMotto();
?>

Fungsi dengan Parameter

Contoh function sebelumnya tidak menggunakan parameter. Peran parameter adalah sebagai input untuk function yang selanjutnya diolah oleh function tersebut. Berikut ini contoh penggunaan parameter pada function.

<?php  
function  UcapanSalam($nama) 
{ 
echo "Hallo ". $nama . "!<br>"; 
} 
?>

Pada contoh di atas, variabel $nama merupakan parameter dari function. Nilai dari variabel
tersebut akan ditambahkan pada string yang di-echo-kan.

Selanjutnya akan diberikan contoh penggunaan function dengan parameter.

<?php  
function  UcapanSalam($nama) 
{ 
echo "Hallo ". $nama . "!<br>"; 
} 
UcapanSalam("Agus"); 
UcapanSalam("Ahmad"); 
UcapanSalam("Budi"); UcapanSalam("Fauzan"); 

 ?>

Jumlah parameter dari function boleh lebih dari satu. Untuk memisahkan antar parameter digunakan tanda koma. Berikut ini contohnya.

<?php
function UcapanSalam($kepada, $dari)
{
echo $dari . " mengucapkan salam kepada ". $kepada .  "<br>";
}
UcapanSalam("Ari", "Amalia");
UcapanSalam("Amalia", "Nada");  UcapanSalam("Nada", "Faza"); UcapanSalam("Fauzan", "Ari");
?>

Pengembalian Nilai (Return Value)

Sebuah function juga dapat mengembalikan suatu nilai. Function hanya dapat mengembalikan sebuah nilai saja. Nilai yang dikembalian dapat berupa suatu bilangan (bulat, real), string, maupun array, dll.

Berikut ini adalah contoh penggunaan function yang mengembalikan nilai.

<?php
function Jumlahkan($x, $y){
$hasil  = $x + $y;
return $hasil;
}
$bil = 0;
 echo "Nilai bil  mula-mula adalah ". $bil ."<br>";
$bil = Jumlahkan(3, 4);
 echo "Nilai bil setelah memanggil function adalah " . $bil  ."<br>";
?>

Function Jumlahkan() di atas mengembalikan nilai dari variabel $hasil yang merupakan hasil penjumlahan dari nilai $x dan $y. Sedangkan perintah $bil = Jumlahkan(3, 4); bermakna nilai yang dikembalikan function Jumlahkan(3, 4) disimpan pada variabel $bil (dalam hal ini nilai $bil adalah 7).

EEE Quiz (Easy to install, Easy to Use, Easy to Modification) merupakan aplikasi yang di design menggunakan script PHP dengan MySQL sebagai database, yang dapat berjalan pada sistem operasi Windows maupun Linux. Mode Pertanyaan EEE Quiz adalah multiple choice (Pilihan ganda) menggunakan radio buttons. Kamu dapat mengedit, menghapus serta memasukan banyak pertanyaan dengan mudah melalui halaman administrator. .

Download Aplikasi EEEQuiz disini